KARENA SISWA INGIN DIMENGERTI part.1

Tidak semua siswa suka jika dibandingkan dengan teman sekitarnya dalam hal pembelajaran. Apalagi jika perbedaan keduanya sangat signifikan. Hal ini dapat menyebabkan siswa minder dan tidak menyukai proses belajar mengajar. Jika hal ini terus berulang, maka dapat menyebabkan siswa stres dan jenuh. Dengan demikian, perlu adanya pengorganisiran terhadap penilaian siswa.

Sistem bersaing yang ada sekarang terkadang hanya berlaku bagi mereka yang memiliki “nilai di atas rata-rata”. Akan tetapi bagi siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, hal ini hanya membuat mereka semakin tertinggal. Memang diperlukan adanya karakter bersaing untuk setiap siswa, tetapi jika tidak ditangani dengan benar, maka bukannya tumbuh karakter bersaing yang kita inginkan, malah keminderan yang berkembang pada diri siswa.

Melihat dari kasus di atas, maka cara yang terbaik dalam hal melakukan penilaian pada siswa adalah dengan cara “siswa tidak dibandingkan dengan yang lainnya, siswa hanya dibandingkan dengan dirinya sendiri” atan dengan kata lain “siswa hanya boleh dibandingkan dengan pembelajaran dia sebelumnya”. Secara kasar, nilai-nilai hasil pembelajarannya hanya boleh dibandingkan dengan nilai-nilai hasil pembelajaran sebelumnya. Itu yang perlu diperhatikan oleh setiap fasilitator pembelajaran, baik guru, penanggung jawab mata pelajaran, maupun wali kelas.

Jika siswa hanya dibandingkan dengan dirinya sendiri. Maka walaupun sedikit ada peningkatan dari yang sebelumnya, hal itu akan memberikan kepercayaan diri pada siswa. Dari keprcayaan diri itulah, siswa akan dipersiapkan untuk memiliki karakter bersaing. Tanpa adanya kepercayaan diri, maka tak akan ada karakter bersaing.

Guru sebagai fasilitator pendidikan sangat memiliki peranan penting di sini.  Dalam proses KBM, diharapkan guru mampu membeda-bedakan siswa tanpa membeda-bedakannya.  Yang dimaksud membeda-bedakan siswa tanpa membeda-bedakannya adalah guru harus mengetahui kemampuan setiap siswa dan siswa diberikan pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. Intinya, jika memang siswa unggul, perlu diberikan lebih, akan tetapi jika memang siswa terbatas, diberikan bimbingan sedikit-demi sedikit.

Yang penting intinya : siswa harus meningkat dari sebelumnya, walau sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: