Beruntung Karena Sudah Tahu Tujuan

Akhirnya saya pun nyambi lagi untuk sekedar mengisi sela2 waktu mengerjakan TA saya dengan mengajar privat. Kenapa saya lebih suka pekerjaan sederhana ini dibanding mengerjakan proyek?Bukannya saya tak mau proyek, tapi emang beban pikirannya lebih berat proyek dibanding mengajar, sangat terasa kalau mengerjakan proyek pas sedang TA. Kebiasaan mengajar bagi saya sudah mendarah daging, dibawa dari kebiasaan mengajar di Asrama ini. Jika tak lagi TA, saya pun ingin nyambi proyek saja, supaya lebih mengasah skill.

Beberapa waktu lalu, saya mengajar les untuk seorang anak. Kebetulan ini baru pertemuan pertama, jadi biasanya saya banyak ngobrol dulu dengan orang tuanya sebelum saya pulang. Berbicara tentang ekspektasi ke anak nya, berbicara tentang background saya, dan lain-lain. Sampai sesekali saya menyusupkan cerita tentang program Asrama kita sebagai bagian dari Program Besar pembangunan bangsa (Program Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan). Mereka kebanyakan kagum dengan bagaimana tujuan hidup anak sudah jelas saat tinggal di asrama, maupun anak luar asrama tapi mendapat binaan dari pihak asrama.

Ketika saya tanya ekspektasi mereka ke anaknya, kebanyakan agar masuk ke PTN favorit, kerja di perusahaan bonafit, menjadi enterpreneur, menjadi orang yang berguna, menjauhi budaya2 korup saat di dunia kerja maupun bisnis, dan lain lain. Apa yang berbeda dari Asrama ini dengan pendidikan karakter yang diajarkan oleh orang tua lain seumumnya (dalam hal ini adalah orang tua anak les privat saya)?

Sebenarnya tak jauh beda dengan mereka, tapi di Asrama ini, kita sudah ditekankan untuk berjuang dalam wadah tatanan juang. Bila di luar, mereka berjuang secara individualis, berjuang untuk nama keluarga mereka, menjauhi tatanan budaya yang tidak baik, sehingga alhasil lebih banyak dari orang2 ini yang bekerja bukan untuk bangsa ini, tapi malah untuk bangsa lain. Mereka berpikir bahwa minimal kami sudah membawa nama baik bangsa di negara lain, minimal kami membahagiakan orang tua dan keluarga, minimal kami bisa mengaplikasikan kemampuan dan mendapatkan apresiasi selayaknya dari orang lain. Mereka kurang memperhatikan kepentingan untuk membangun tatanan bangsa ini, tapi lebih membangun tatanan diri dan keluarganya saja.

Bagaimana detailnya perjuangan Asrama ini?Ya, seperti sudah disinggung bahwa Asrama adalah bagian dari program besar yang sub nya adalah dari program pendidikan, yang mana program pendidikan ini di pecah berdasarkan usia dari 0-12, 12-18 (Asrama), 18- akhir hayat. Jadi fokus pendidikan Asrama adalah dari usia 12-18, yakni usia SMP dan SMA, selepas dari Asrama, misalkan menjadi mahasiswa, mereka dipersilakan untuk berbaur dengan dunia kampus masing2 dan menjadi leader di kampusnya, memberikan contoh dan dorongan kepada mahasiswa lain untuk sadar membangun bangsa dengan membangun tatanan juang. Kita harus mengesampingkan kepentingan keluarga dan pribadi, yang diutamakan adalah kepentingan umum yang di sini adalah kepentingan bersama dalam membangun bangsa.

Program pendidikan ini berdampingan juga dengan program ekonomi, sebagai wadah penyaluran juang bukan hanya untuk anak Asrama tapi terbuka untuk anak bangsa yang peduli. Jadi program ini tidak bersifat eksklusif, tapi terbuka untuk berbagai suku bangsa, golongan, dan agama. Selain itu Program Ekonomi juga menjadi sumber pemasukan untuk keberjalanan Asrama.

Program Asrama ini tersebar di Sukabumi, Bandung, Kalimantan Selatan (Banjar Baru, dan sekitarnya), Kalimantan Barat (Pontianak), Riau, dan beberapa tempat lain yang masih dalam pengembangan. Target program ini adalah seluruh nusantara, dari provinsi Aceh, sampai Papua.

Apakah ini memaksa? Tentu tidak, apa yang kami lakukan adalah manifestasi dari pilihan Ilmu. Jadi dipersilakan bagi anak bangsa, apa mau diikuti atau tidak. Tapi tetap, pembangunan tatanan akan tetap berjalan (tertuang menjadi penataan tujuh tahun<PETTA>, dimana sekarang sudah masuk PETTA 2 ), karena akan semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya membangun bangsa dibanding sekedar mementingkan keluarga atau diri sendiri.

Apakah tidak boleh ke luar negeri?ya boleh saja, tapi dengan tujuan untuk menuntut Ilmu, sehingga diharapkan beberapa waktu kemudian pulang lagi untuk menerapkan Ilmu nya sebagai bagian dari tatanan juang bangsa, baik diterapkan di bidang Ekonomi, misalkan dengan membangun perusahaan2, industri, dsb, ataupun diterapkan di bidang pendidikan. Tapi kembali lagi, bahwa nilai lebih keuntungan ekonomi semuanya di serahkan untuk kepentingan bangsa, disini adalah kepentingan untuk pengembangan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Sehingga disini tidak ada istilah memperkaya pemilik perusahaan, karena semuanya bekerja untuk memperkaya bangsa. Takkan ada kekayaan pribadi yang nilainya tak terkira, yang ada adalah semakin menjamurnya program ini di seluruh nusantara. Merata di bumi pertiwi ini.

Pengembangan ini sudah mulai menjamah Maluku, dan tahun ini akan ditargetkan untuk pengembangan di Papua. Program ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam memeratakan ekonomi dan pendidikan di seluruh nusantara.

Apa saya merasa beruntung telah menjadi bagian dari perjuangan ini?Ya, saya sangat beruntung. Saya tak kehilangan arah dan tujuan setelah lulus kuliah kemudian hari atau saat saya sudah bekerja di perusahaan lain, atau negara lain, karena tujuan saya adalah untuk mengambil ilmu dan teknologi, untuk diterapkan dalam pembangunan tatanan bangsa ini. Gerakan ini kompak dan saling mendukung serta melingkupi banyak kalangan, dari mulai masyarakat bawah (diserap ke dalam gerakan ekonomi mikro), menengah dan atas (masuk program ekonomi makro dan ekonomi politik), dari usia 0  tahun hingga akhir hayat, dan terbuka untuk lintas agama.

Setiap orang memiliki keinginan masing2, tapi untuk membangun tatanan yang tangguh, tidak bisa diserahkan ke diri masing2, tapi bergantung dari suatu komando dan strategi besar untuk membangun tatanan itu. Dan dari strategi besar ini lah dituang ke dalam Taktik. Dalam taktik ini lah kita bisa menentukan peran kita masing2, apakah menjadi pengusaha, dokter, pendidik, dan lain sebagainya yang semuanya memiliki tujuan yang sama.

Mohon maaf jika terdapat kerancuan. Silakan jika ingin bertanya lebih jauh, moga saya bisa menjawabnya semampu saya..:)

Jujur, Ikhlas, Lempang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: