Networking, Karena Kita Berjuang Bukan Dari/Untuk Diri Sendiri, Tapi Demi dan Berdampak pada Orang Lain

Salam Juang, Salam Sayang, Salam Sejahtera, dan Salam Kemakmuran…

Ada hal menarik dari buku “Secrets of a Master Networker” yang telah saya baca. Buku ini sangat menarik karena sangat dekat dengan kebutuhan juang kita yang mau tidak mau harus melibatkan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Lalu saya berkaca pada kesuksesan saudara kita yang akan membangun industri feedlot (Penggemukkan sapi) dan mendengarkan bagaimana dia membangun jaringan yang solid dan tertata apik.

Ya kawan, NETWORKING adalah salah satu kunci penting keberhasilan dia, tanpa itu, takkan mungkin dia bisa membangun industri sebesar itu. Networking bukan skill bawaan lahir, tapi dari latihan dan kerja keras. Jujur ikhlas dan lempang adalah kunci ampuh membangun Networking yang solid. Bagaimana bisa kita membangun networking yang bagus tapi kita tidak jujur, tapi kita tidak ikhlas, dan kita tidak lempang?Nihil, kalopun ada yang dekat mungkin karena terpaksa saja.

Kawan, saat membangun relasi dengan siapapun, janganlah pandang bulu. Seperti kata bang Topan, jangan kalian remehkan mahasiswa abadi yang masih saja berkeluyuran di kampus, jangan terlalu membangga-banggakan mahasiswa cum laude, karena belum tentu yang cumlaude itu benar2 cakap dalam menghadapi tantangan hidup. Di lingkungan saya sendiri, ada beberapa yang sudah dikatakan mahasiswa hampir DO tapi dia worthed karena memiliki jaringan yang luas dan bagus. Bahkan pemikiran dan ide brilian nya lebih baik dibanding yang cumlaude. Intinya janganlah pandang bulu dalam membangun relasi, Setiap orang punya potensi, bangunlah relasi yang baik dengan mereka yang mungkin terlupakan dari publik, bangun juga relasi dengan orang2 hebat yang mumpuni. Jangan berpikir untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tapi berpikirlah untuk memenuhi kebutuhan orang lain.

Misal, saya kenal A dia lagi butuh ini itu, lalu saya kenal dengan B yang saya tahu bisa melakukan ini itu, maka saya promosikan si B ke si A, tentunya dengan komunikasi yang baik kita bisa tahu kredibilitas orang itu. Jangan sekali2 minta biaya koneksi atau semacam biaya mengenalkan orang ke orang. Hal tersebut sangat tidak baik karena nanti kita dicap ga ikhlas dan ga tulus. Ikhlas lah membantu orang lain semampu kita. Dari kasus ini, maka dapat disimpulkan untuk mengawali setiap pertanyaan dengan “Apa yang bisa saya bantu?”, jangan “Apa yang bisa saya peroleh?”.

Selanjutnya, Janganlah malu ketika bertemu orang yang potensial, mengobrolah seterkondisi mungkin. Jangan pula meremehkan orang yang tampak tidak potensial, kenali juga mereka, karena niscaya jika kita mengenal cukup baik, pastilah kita bisa mengenal juga potensi dia. Berkomunikasi lah setulus mungkin dengan kedua tipe orang tersebut.

Membuat penawaran2 yang bersifat pribadi yang membuat relasi kita tertarik pada kita dan sampai mengingat kita terus. Kadang kita berpikir, kalo urusan bisnis ya bisnis, tak usah bercampur lagi dengan yang lain. Pandangan itu terlalu sempit, karena hanya akan membuat hubungan kita dengan relasi menjadi terkotak-kotak. Cobalah mendekati relasi/kawan secara personal, mengenal visi dan misi hidupnya itu lebih bagus, membuat mereka nyaman bersama Anda.

Selalu gunakan semacam taktik-taktik penjualan. Ubahlah kata tidak  menjadi mungkin dan kata mungkin menjadi ya. Berjuanglah untuk bisa membuat kita dan relasi kita berkata ya dibanding kata tidak. bukannya kita yakin tak ada yang tidak bisa jika kita emang mau berusaha? Kun fa yakun, man jaada wa jaada.

Jika sudah cukup baik hubungan relasi2 Anda, kenapa tidak membuat kelompok networking sendiri, berkumpul untuk saling sharing pengalaman bisnis, atau untuk skala mahasiswa ya tentang akademik dan pelengkapnya.

Bagaimana sih kita bisa menjaga relasi/kenalan kita maupun membangun relasi baru?Ya tergantung komitmen Anda sendiri mau tidaknya. Coba lah mulai membuat database kenalan anda di komputer anda, catat hal2 seperti email, nomor telpon, minat, bisnis/akademik yang dia tekuni, permasalahan umum dia, hobi dia, dan lain-lain. Catatlah oleh masing2 dari anda, jadi kita tidak hanya kenal nama atau telpon aja, kita kita juga tahu apa yang mereka kerjakan, apa minat dan apa yang kita bisa bantu untuk mereka. Berpikirlah bahwa apapun yang kalian lakukan untuk Networking adalah untuk menjawab “Apa yang bisa saya bantu?”, dari sana kita akan mendapatkan keuntungan yang tak terhingga dari ketekunan kita membangun Networking. Mulailah tata informasi kawan2 mahasiswa terdekat anda, kenali lah mereka dengan baik. jaga komunikasi dengan selalu mengucapkan selamat pada hari2 kesuksesannya, atau turut berduka saat2 sedih mereka. Selalu lah tanya kabar, minimal untuk update info, nomor telpon dan lain2. Tak perlu sering, tapi sewajarnya saja.

Siapa sih yang yakin kalo orang yang tampak penting hari ini, suatu hari akan tetap penting?siapa juga yang yakin kalo orang yang sekarang tampak sampah, suatu hari tetap menjadi sampah. Ga ada kawan, jangan remehkan siapapun dan jangan remehkan juga diri sendiri.

Berjuang dengan kemampuan sendiri mungkin saja hasilnya bisa baik, tapi berjuang bersama orang lain dan dengan networking yang baik, hasilnya PASTI LUAR BIASA bahkan kita sampai2 tak menyangka bisa sejauh itu yang bisa kita lakukan. Jadi Bekerja samalah jangan apatis, kenali dia dan kenali apa yang dilakukannya.

Berjuanglah tanpa pandang bulu.

Zai jian..:)

One response to this post.

  1. xie xie………………..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: