Puisi Dzulkarnain

Dan Drama Perjuangan itu pun berulang,

di Abad yang belum bernama.

Mencakar-cakar Selimut peradaban Barat dan Timur,

Yang ternyata telah begitu rapuh dalamnya.

Tatanan Dinul Islam pun menjadi harapan,

Harapan nyata yang berulang dari masa ke masa.

Tatanan yang menjadi solusi atas kekisruhan Barat dan Timur,

Tatanan yang bukan berkedok agama,

Tapi Tatanan yang benar-benar menghambur kasih sayang,

menghambur kemakmuran, dan saling mensejahterakan.

Cukuplah sudah masa terkatung-katung ini,

Segeralah ambil peran,

dan Dendangkan Drama Perjuangan ini sekeras-kerasnya pendirian,

selembut-lembutnya sikap santun.

Wahai Umat yang merindu,

Tancapkan lah lagi kesadaran tangguh itu,

kesadaran yang pernah jaya di masa Muhammad dan Khulafaurrasyidin,

tapi remuk oleh hingar bingar Naturalisme dan Idealisme.

Kesadaran yang menjadi kunci terbukanya Qurun yang baru,

Qurun kedua, sang Dzulkarnain.

Sumber: Anonymous

Moga menginspirasi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: